Jumat, 05 Desember 2014

Always miss them





Jenis-jenis Media Pembelajaran



Klasifikasi Media
1. Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
2. Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam (2) media visual gerak
a.    Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain- lain.
b.    Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
3. Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1) madia audio visual diam, dan (2) media audio visual gerak.
a). Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b). Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dll.
4. Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a). Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b). Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
c). Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d). Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah
Latuheru (1988) menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi  pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
1)   Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
2)   Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)   Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)   Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)   Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Manfaat positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pengajaran di kelas adalah sebagai berikut:
1). Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
2). Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan.
3). Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.
4). Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.
5). Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
6). Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan.
7). Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8). Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif,dalam proses belajar mengajar.

BERBAGAI JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.
Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.
Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):
1.          Media audio
2.         Media cetak
3.         Media visual diam
4.         Media visual gerak
5.         Media audio semi gerak
6.         Media visual semi gerak
7.         Media audio visual diam
8.         Media audio visual gerak
Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:
1.     audio    : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2.     cetak    : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3.     audio-cetak    : kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4.      proyeksi visual diam    : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5.      proyeksi audio visual diam    : film bingkai slide bersuara
6.      visual gerak        : film bisu
7.      audio visual gerak        : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
8.      obyek fisik        : Benda nyata, model, spesimen
9.      manusia dan lingkungan        : guru, pustakawan, laboran
10.  komputer        : CAI
Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
Henrich, dkk menggolongkan:
1.      media yang tidak diproyeksikan
2.      media yang diproyeksikan
3.      media audio
4.      media video
5.      media berbasis computer
6.      multi media kit.
Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.
jenis media belajar, diantaranya:
1.    Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2.    Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.    Projected still media : slide; over head projektor (OHP), LCD Proyektor dan sejenisnya
4.    Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
5.    Study Tour Media : Pembelajaran langsung ke obyek atau tempat study seperti Museum, Candi, dll.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media    1    2    3    4    5    6
Gambar Diam    S    T    S    S    R    R
Gambar Hidup    S    T    T    T    S    S
Televisi    S    S    T    S    R    S
Obyek Tiga Dimensi    R    T    R    R    R    R
Rekaman Audio    S    R    R    S    R    S
Programmed Instruction    S    S    S    T    R    S
Demonstrasi    R    S    R    T    S    S
Buku teks tercetak    S    R    S    S    R    S
Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi factual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
A. MEDIA VISUAL
1.      Media yang tidak diproyeksikan
a.    Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b.    Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c.    Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
1)      gambar / foto: paling umum digunakan
2)      sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
3)      diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
4)      bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
5)      grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2.      Media proyeksi
1.      Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
-          Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
-          Membuat sendiri secara manual
2.      Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
B. MEDIA AUDIO
1.      Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2.      Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
C. MEDIA AUDIO-VISUAL
1.      Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2.  Media computer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.

Kamis, 02 Januari 2014

RESENSI BUKU


Judul Buku                : Sulap Otakmu Bisa Berpikir Lebih cepat
Pengarang                 : Andi Prasetya
Penerbit                     : FlashBooks
Tahun Terbit             : 2013
Jumlah Halaman       : 196
Resensi Buku            :
Pernahkah anda tiba-tiba merasakan pikiran yang lambat? atau, pernahkah saat ditanya tetang suatu hal yang baru saja dilihat atau dibicarakan, tiba-tiba anda menjadi lupa? Jika anda mengalami hal seperti itu, berarti anda sedang terserang suatu gangguan yang dinamakan lambat berpikir.
Sebenarnya, kondisi seperti itu sangat wajar. Semua orang berpotensi untuk mengalaminya. Meskipun wajar, dalam kondisi penting, lambat berpikir ini benar-benar bisa membuat jengkel.
Sebenarnya, apa penyebab otak menjadi lambat ?
Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya ?
Dalam buku “Sulap Otakmu Bisa Berpikir Lebih Cepat” dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Otak adalah pusat kendali tubuh untuk menerima informasi yang berkelanjutan dari setiap indra tentang berbagai kondisi yang terjadi di luar maupun di dalam tubuh. Sel otak menghasilkan sinyal elektrik dan mengirimnya ke setiap sel melalui jalan yang disebut dengan sirkuit.Sirkuit ini menerima, memproses, menyalurkan, dan menyimpan informasi. Otak menciptakan sinyal elektrik dengan menggunakan zat kimia. Dan fungsi otak bergantung dari banyaknya zat kimia yang dihasilkan oleh sel otak( neuron).
Jhon Medina (2009), memiliki penjelasan lain mengenai cara kerja otak manusia. Sebagaimana ditulis di dalam bukunya,berjudul Brain Rules; Principles for Thriving at Work, Home and School, ia memberikan 12 gambaran bagaimana cara kerja otak manusia dalam kehidupan sehari-hari. Berikut aturan sederhana cara kerja otak :
à   Bergerak dapat melejitkan kemampuan otak
à   Otak manusia mengalami evolusi
à   Setiap otak manusia tersusun secara berbeda
à   Jangan memperhatikan hal-hal yang membosankan
à   Ulangi untuk mengingat
à   Ingatlah untuk selalu mengingat
à   Mengistirahatkan otak
à   Otak dapat mengalami stress
à   Merangsang lebih banyak indra
à   Otak lebih mudah menyimpan gambar dari pada suara
à   Antara otak laki-laki dan perempuan itu berbeda
à   Otak cenderung selalu ingin tahu
Berbicara mengenai cara agar otak dapat berpikir lebih cepat, tentu tidak bisa dilepaskan pada fungsi otak. Fungsi otak itu sendiri terkait dengan teori belahan otak yang mengatakan bahwa menurut fungsinya, otak manusia terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kiri (left hemisphere) yang mengarah pada cara berpikir konvergen (convergent thinking) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang mengarah pada cara berpikir menyebar (divergent thinking).
Berikut perbedaan fungsi dari masing-masing belahan otak :
Belahan otak kiri
Belahan otak kanan
ANALISIS :
·         Terpecah menjadi detail-detail dan bagian-bagian komponen
·         Tidak peduli atau berminat pada keseluruhan
PANDANGAN UMUM :
·         Melihat seluruh gambaran besar
·         Mengaitkan seluruh informasi
·         Tidak memandang pada detail
·         memadukan
FOKUS :
·         Memusatkan perhatian pada detail kecil
·         Membidik pada area aktivitas yang kecil

MENYEBAR :
·         Menyebar ke seluruh area yang luas
·         Tidak konsentrasi di satu tempat
SERIAL :
·         Sepotong demi sepotong, berurutan
·         Auditori, logika, bahasa, matematika
SIMULTAN :
·         Relasi spasial
·         Visual
·         Irama dan mengalir
·         Music
·         Manajerial
·         multioperasional
COBA :
·         Kontrol dan upaya dalam kesadaran
·         Ego
·         Ekspresi
·         Perjuangan
REFLEKS :
·         Insting pertahanan diri
·         Implus
·         Bawah sadar
·         Reseptif
MEMERINCI :
Memahami segala sesuatu melalui langkah demi langkah dan bagian demi bagian
SINTESIS :
Menyatukan segala sesuatu bersama-sama untuk membentuk keseluruhan
TEMPORAL :
·         Memperhatikan waktu dan
·         Menuntut sesuatu satu demi satu
NONTEMPORAL :
Tanpa pengertian waktu
LOGIS :
Menarik kesimpulan berdasarkan logika, yang satu mengikuti yang lain secara logis, misalnya sebuah teori matematika atau artikel yang dikemukakan dengan baik
INTUITIF :
·         Membuat beberapa lompatan wawasan
·         Sering didasarkan pada pola-pola yang tidak lengkap, prasangka, perasaan, atau citra visual
            Proses mengingat dan memanggil kembali ingatan dalam otak merupakan proses luar biasa. Dalam mengingat cepat, ada beberapa eksperimen yang digunakan sebagai metode penelitian, yakni sebagai berikut :
1.      Metode dengan melihat waktu belajar (the learning time method)
2.      Metode belajar kembali (the relearning method)
3.      Metode rekonstruksi
4.      Metode menganali kembali (recognition)
5.      Metode mengingat kembali
6.      Metode asosiasi berpasangan
Seseorang yang mampu berpikir cepat, sangat berkaitan dengan daya ingat yang cepat. Berpikir dengan menggunakan daya ingat adalah berpikir yang menitikberatkan pada penggunaan daya ingat terhadap banyak informasi yang telah diketahui oleh otak. Berikut adalah cara-cara yang dapat meningkatkan daya ingat seseorang sebagai jalan untuk bisa berpikir cepat :
a)      Melakukan olahraga
b)      Melakukan senam otak
c)      Meningkatkan konsentrasi otak
d)     Mengontrol stress
e)      Melakukan visualisasi
f)       Membiasakan diri untuk mencatat
g)      Sering melakukan permainan pengasah otak
h)      Melakukan suatu hal dengan berulang-ulang
Sebelum mengulas mengenai cara membuat otak agar bisa berpikir cepat beserta langkah-langkahnya, akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebab otak menjadi lambat dalam berpikir, atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut lemot. Lambat berpikir memang sering dan kapan saja bisa terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, tentunya dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satu cara yang efektif adalah membuat otak bisa berpikir dan mengingat secara cepat. Berikut adalah beberapa penyebab otak berpikir lambat :
v  Menumpuknya lemak di perut
v  Kurangnya mengkonsumsi air
v  Kebiasaan merokok
v  Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol
v  Penggunaan narkotika
v  Terlalu banyak makan
v  Sering begadang malam
v  Banyak mengkonsumsi gula
v  Sering terpapar polusi udara
Inilah hal-hal yang dapat menyebabkan otak menjadi lemah, daya ingat berkurang, dan lambatnya berpikir. Pada pembahasan sebelumnya, telah mengulas banyak hal berkaitan dengan cara berpikir cepat otak. Dalam hal ini akan diulas kembali mengenai cara-cara untuk meningkatkan berpikir lebih cepat :
a.       Mengkonsumsi dosis EPA dan DHA
EPA dan DHA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak dan merupakan lemak tak jenuh.
b.      Melakukan seks secara teratur
c.       Mengisi teka-teki
d.      Rajin berjalan kaki
e.       Mempelajari bahasa baru
f.       Membiasakan tertawa kecil setiap hari
g.      Belajar menuangkan kreativitas
h.      Belajar melempar barang
i.        Mengembangkan imajinasi
Kerja otak dapat berpikir cepat juga diciptakan dari dalam tubuh. Dalam kerjanya, otak sangat memerlukan nutrisi, gizi, dan zat-zat lain yang dapat meningkatkan kerja otak. Berikut ini aneka makanan yang dibutuhkan otak ialah :
1.      Ikan salmon
2.      Sayuran hijau
3.      Buah berry
4.      Kacang-kacangan
5.      Telur
6.      Susu
Dalam buku tersebut, mengenai segi penampilan sudah sangat cukup menarik. Namun, mengenai segi bahasa masih ada beberapa bahasa yang sulit untuk dipahami terutama untuk pembaca tingkat SD sampai tingkat SMA. Untuk penjelasan mengenai fungsi dari masing-masing belahan otak masih sedikit kurang dapat memberikan penjelasan.